Arief Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

IMG-20180507-WA0040Arief Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Tangerang,

Ratusan masyarakat Kota Tangerang tumpah ruah menyaksikan pagelaran wayang kulit di parkiran pusat perbelanjaan Central Business District (CBD) Ciledug pada Sabtu (05/05) malam. Para pecinta wayang kulit tersebut datang dari berbagai penjuru kota Akhlaqul Karimah.

Tak ketinggalan, pasangan calon walikota-wakil walikota Tangerang, Arief R Wismansyah-Sachrudin larut dalam kegiatan tersebut. Pagelaran wayang kulit ini digelar semalam suntuk. Tua muda, lelaki dan perempuan antusias menyaksikan kesenian tradisional asli Indonesia ini.

Selain Arief-Sachrudin, tampak hadir antara lain Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Gatot Wibowo dan lain-lainnya. Pagelaran wayang kali ini mengambil lakon atau cerita Semar Boyong, dengan dalang Ki Kukuh Bayu Aji dari Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Arief dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Kota Tangerang yang tetap mencintai kesenian tradisional di tengah arus modern yang terus berkembang.

“Harapan saya adalah tentu masyarakat Kota Tangerang mencintai dan melestarikan budayanya kapan pun dan di mana pun. Sebab, budaya menjadi salah satu identitas masyarakat Indonesia,” ucapnya di depan.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga berpesan, masyarakat Kota Tangerang adalah masyarakat multi kultur. Sebab segala suku, adat istiadat serta budaya dan bahkan agama hidup saling berdampingan satu sama lain.

“Karenanya saya mengajak untuk seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kota Tangerang pada khususnya untuk mari jaga persatuan dan kesatuan,” ajaknya.

Arief lebih jauh mengungkapkan, keragaman masyarakat Kota Tangerang agar tak memecah belah masyarakat, malah sebaliknya harus menyatukan.

“Karena keberagaman itu adalah kekayaan Kota Tangerang yang harus selalu dijaga,” ujarnya. Arief juga menambahkan, selain sebagai ajang melestarikan seni dan budaya tradisional masyarakat Indonesia, kegiatan ini juga sebagai upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai kota wisata.

“Even ini bagian dari wisata juga,” ucapnya.

Sementara berdasarkan pantauan, makin malam, jumlah penonton wayang kulit terus bertambah. Para penonton banyak yang merupakan perantauan dari kabupaten/kota di pulau Jawa.

Salah satunya Legono (43). Pria asal Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengaku kangen akan kesenian tradisional seperti wayang kulit.

“Kalau di sini kan sebetulnya sudah agak jarang ya. Kalau bisa digelar secara rutin lah, ya sebulan atau dua bulan sekali ndakmasalah,” ujar pria yang tinggal di Karang Tengah tersebut.

Sebelumnya, Arief R Wismansyah juga menggelar kegiatan ngaji bareng yang dihadiri oleh 300 jamaah kaum ibu dan remaja perempuan dari Majelis Talim Asmaul Husna di Jalan Sinar Hari Karawaci, Jumat (4/5). Hadir sebagai penceramah yakni Kang Rashied, pimpinan majelis tak’lim dan beberapa ulama lainnya.

Dalam sambutannya, Arief R Wismansyah menekankan mengenai pentingnya hubungan silaturahmi untuk membangun kebersamaan terutama membangun kota. Hal ini pun sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang selalu menjalin hubungan silaturahmi dalam keadaan apapun.

Arief pun mengucapkan terima kasih atas sumbangsih warga dalam menata lingkungannya sebagai tempat hunian yang nyaman dan aman. Program pembangunan yang sudah berjalan, telah banyak dirasakan warga.

Kampung PHBS yang telah banyak dibangun harus dijaga dan dirawat. Sebab, banyak nilai manfaat yang diraih warga seperti peningkatan ekonomi melalui program Tangerang Berkebun, pemukiman tak banjir karena sudah ada lubang biopori, rumah pun terasa nyaman karena penghijauannya. (Sly)

Share on Facebook
144 views Cetak Artikel