Banjir Membawa Berkah Bagi Tukang Becak, Satu Hari Keuntungannya 500 sampai 1 juta

IMG_20130117_090718-228907335Banjir Membawa Berkah Bagi Tukang Becak, Satu Hari Keuntungannya 500 sampai 1 juta

Portal Tangerang,

Tidak semua musibah banjir membawa bencana, bahkan pada sebagian warga banjir membawa berkah, Ini yang dialami Kosim (45). Pria asal Brebes ini sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak, namun saat banjir seperti ini penghasilannya bertambah berpuluh kali lipat.

“Kalau tidak banjir dalam satu hari saya hanya mendapat 50 ribu, namun dengan kondisi banjir seperti ini saya bisa membawa pulang uang 500 sampai 1 juta rupiah, alhamdulillah” ucapnya sambil mengayuh becak yang saya tumpangi.

Kosim juga tidak ingin kondisi banjir sampai berlarut-larut karena dirinya juga kasihan dengan warga yang rumahnya terendam banjir. “Saya maunya banjir ini surut, tapi kalau masih lama surutnya juga ngga apa-apa” ujar pria yang sudah 10 tahun menjadi tukang becak.

Celana Kosim (45) basah kuyup bahkan sampai pinggangnya, akibat mengoperasikan becak di tengah banjir. Sesekali dia mengelap keringat yang membasahi dahinya. Suasana Pasar Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sangat memprihatinkan. Banjir yang melanda Kecamatan Periuk, membuat Pasar Sangiang terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Tapi Kosim tidak patah arang, dia mengakali becaknya dengan meninggikan tempat duduk becak, dan memasang sebilah kayu untuk pijakan penumpang.

Kosim menawarkan jasa menarik becak untuk masyarakat yang ingin melewati Jalan Pasar Sangiang, karena Jalan Pasar Sangiang yang menuju Perumahan Total Persada terputus total. Kosim menawarkan Rp 20 ribu untuk sekali jalan melewati banjir.

Becak tersebut juga sudah tersedia jas hujan jika sewaktu waktu hujan turun. Kosim tidak mengayuh becak, tapi mendorongnya sampai ke Perumahan Total Persada. Pemandangan yang didapatkan seperti menaiki perahu di tengah sungai yang luas.

“Hari ini saya sudah mengantar penumpang lebih dari 10 kali, dan bolak-balik, senang sih karena penghasilan saya bertambah” ujar bapak dari lima anak ini.

Kosim menjelaskan, banjir datang sekitar jam sepuluh malam, dan kebetulan rumahnya tidak terkena banjir jadi dia langsung bekerja meninggikan jok becaknya. Sekalipun sangat lelah, Kosim tetap menarik becak paginya, karena banjir merupakan anugerah yang di lain sisi adalah bencana.

“Capek mas, malam bekerja, pagi bekerja, tapi istri saya senang, jadi tidak apa-apa” ujar warga Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Kosim mengisahkan, banjir seperti ini sudah menjadi langganan tapi tahun ini yang paling parah. Banyak tukang becak yang mendapatkan untung lebih dari hadirnya banjir. Kosim sebetulnya tidak ingin banjir menggenangi rumah penduduk. Dia kasihan melihat orang yang rumahnya kebanjiran. Di sisi lain dia senang karena pendapatannya bertambah.

Syahril (35) tukang becak yang juga teman Kosim mengatakan, keuntungan hari ini sudah mencapai Rp 300 ribu, dia mengaku jika banjir bisa mengantongi Rp 500 ribu lebih. Bisa menambah kiriman untuk istrinya di kampung yang bekerja sebagai petani.

“Lumayan Mas. Anak saya yang paling kecil umurnya tiga tahun setengah, dia jarang minum susu, jadi uang lebih ini untuk beli susu dia” ujar warga Jalan Tanjakan Sangiang, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Syahril menambahkan, akan bekerja sampai malam agar tidak menyia-nyiakan momen ini. Menurutnya, hanya ketika banjir keuntungannya bisa berkali-kali lipat bertambah.

“Kita juga ada saingan becak yang lain, jadi siapa yang kuat dia yang dapat banyak” ujar lelaki dua anak ini sambil tertawa. (Sly)

Share on Facebook
Cetak Artikel