IMPLEMENTASI APLIKASI SMART CITY DAN E-GOVERNMENT, WALIKOTA BANDUNG DAN KABUPATEN TANGERANG LAKUKAN KERJASAMA

DSC_8609IMPLEMENTASI APLIKASI SMART CITY DAN E-GOVERNMENT, WALIKOTA BANDUNG DAN KABUPATEN TANGERANG LAKUKAN KERJASAMA

Tangerang,

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menandatangani Kerjasama dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Kerjasama ini dibangun mengenai implementasi aplikasi Smart City dan E-Government yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung.

Dalam penandatanganan Kerjasama tersebut, bukan hanya Kabupaten Tangerang tetapi bersama 28 Pemerintah daerah lainya. Mulai dari Provinsi Banten, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan yang lainya.

Kerjasama tersebut di inisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kesempatan acara Hadir Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam sambutannya mengatakan Kota bendung sendiri telah berhasil menerapkan aplikasi Sabilulungan, Hayu!, dan e-Remunerasi. Aplikasi ini akan di replikasi oleh 28 Kabupaten/Kota yang menandatangani kerjasama.

“Dengan diterapkannya aplikasi tersebut, tugas KPK dalam bidang pencegahan lebih efektif dan meminimalisir tindakan Korupsi di daerah jika aplikasi itu diterapkan dengan baik,” ungkap Laode setelah menyaksikan penandatanganan kerjasama di Pendopo Walikota Bandung, Rabu, (1/11/2017).

Setelah menandatangani kerjasama para Bupati/Walikota diajak meninjau Bandung Comen Senter dan Bandung Planning Galery fasilitar yang sudah diterapkan oleh Kota bandung dengan konsep Smart City sehingga mempermudah pemerintah kota bandung dalam melaksanakan roda pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan profesional.

“KPK memberikan apresiasi dan juga keyakinan bahwa tugas KPK tidak hanya di penindakan tetapi juga di pencegahan,” ungkap Ridwan usai mendampingi para kepala daerah ke Bandung Planning Gallery.

Sabilulungan merupakan aplikasi untuk fasilitasi hibah dan Bantuan Sosial (bansos). Melalui aplikasi tersebut, pemohon hibah bisa melakukan pengajuan dana sekaligus melacak proses pengajuannya. Aplikasi ini memungkinkan proses pemberian dana hibah berlangsung transparan.

Aplikasi Hayu merupakan media untuk mengajukan perizinan usaha dengan modal di atas Rp500 juta secara online. Melalui aplikasi tersebut, calon pengusaha tidak perlu datang ke kantor pemerintah untuk mengurus perizinan.

Prosesnya bisa dilakukan secara online sehingga bisa mencegah pertemuan antar manusia agar mengurangi potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sedangkan aplikasi e-RK adalah perangkat lunak untuk memantau kinerja aparatur pemerintah. Dengan aplikasi tersebut, pimpinan bisa memastikan para ASN bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Kami berhasil punya sebuah sistem yang memastikan orang bekerja efisien,” ujar Ridwan kepada media.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menambahkan setelah kita menandatangai kerjasam nantinya akan sesuaikan pengembangan aplikasi terbut di Kabupaten Tangerang.

Karena karakteristik daerah berbeda-beda, tapi initinya sama kita untuk mempermudah pelayanan, tranfaransi, dan juga akuntabilitas kinerja aparatur.

“Kerjasama kita sudah dimulai, dengan konsep aplikasi ini kita gunakan kebutuhan aplikasi tersebut dalam tata laksana di pemkab tangerang,” tutup Zaki dipendopo walikota Bandung.
dalam acara tersebut hadir, Bupati/Walikota se-banten, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan para pejabat dilingkungan Pemkot Bandung. (Sly)

Share on Facebook
27 views Cetak Artikel