Jalur Pipa Gas, Surga Wisata Pacinta Sepeda Gunung

tmp_1463654_556346927787573_1652536158_n-1818206389Jalur Pipa Gas, Surga Wisata Pacinta Sepeda Gunung

Portal Tangerang,

Jangan ngaku seorang pemain sepeda gunung atau sepeda off-road kalau belum nuobain jalur pipa gas di Lemgkong Gudang Serpong Tangerang Selatan. Banyak rute yang enntang bagi seorang pecinta speda gunung, dari yang biasa sampai dengan yang ekstrim.

Namun tidak perlu khawatir di Jalur Pipa Gas Mountain Bike ini punya beberapa rute, mulai yang memang dikhususkan untuk pemula bahkan sampai yang progesional. Hal tetsebut dikatakan Bang Mamat selalu ketua dari Komunitas Sepeda Gunung Jalur Pipa Gas. Komunitas Sepeda Gunung JPG (Jalur Pipa Gas) didirikan pada tahun 2000, setelah beberapa kelompok & individu pemain sepeda gunung atau sepeda off-road, khususnya cross-country, yang selalu saling bertemu di sebuah warung yang terletak di pinggir jalan desa yang juga kebetulan berada di area jalur pipa-gas milik Pertamina.

“JPG Mountain Bike Community merupakan komunitas sepeda gunung tertua di Indonesia, karenanya hingga saat ini telah menjadi barometer sepeda gunung nomor cross-country di negeri tercinta ini. Selanjutnya komunitas-komunitas di daerah lain bermunculan setelah melihat bahwa komunitas ini mempunyai nilai positif bagi kelompok atau individu, terutama dalam membina rasa persahabatan sesama pemain, baik itu pemain professional ataupun amatir” kata Mamat.

Ditambahkan Mamat bahwa ada beberapa trek yang yang bisa dilintasi, baik untuk pemula ataupun untuk yang sudah profesional. “Untuk pemula biasanya kami namakan single trek, yaitu trek yang melintasi pematang sawah. Trek ini biasanya 40 persen jalan conblok 60 persen jalan tanah” jelas pentolan JPG Mountain Bike.

Dalam melintas jalur untuk para pecinta sepeda gunung, ada beberapa trek dengan sebutan yang unik. Seperti turunan pertama atau turunan bereum. Turunan ini biasanya ada diperlintasan untuk para pemula, tidak terlalu curam namun bisa membuat sedikit adrenalin kita tertantang.

Tanjakan pisang, tanjakan ini sudah memasuki jalan tanah. Kenapa dinamakan tanjakan pisang karena pada saat kita mulai menanjak tepat diatas ada pohon pisang yang berjejer dengan rapih. Kemudian turunan kuburan, memang terdengan sedikit menyeramkan, namun tidak perlu khawatir karena sebutan kuburan ini memang persis ada beberapa makam setelah kita melewati jalur turunan.

Setelah turunan kuburan, para pecinta sepeda gunung akan melewati tanjakan sumur. Tanjakan ini dinamakan demikian karena setelah kita melaluinya akan menemukan sebuah sumur tua yang sudah tidak lagi digunakan untuk penduduk setempat. Kemudian ada jembatan bambu, jalur ini adalah tempat menyembrang para bikers dimana jembatan yang akan dilalui terbuat dari bambu. Dibawah jembatan ada sungai kecil namun tidak tetlalu dalam dan airnya judabtidak deras. Biasanya para pengendara sepeda ada yang melintas dan tidak sedikit juga memilih turun ke sungai sambil memanggul sepedanya.
Turunan rollercoster, turunan ini bisa dikatakan banyak penggemarnya, karena bentuknya yang seperti huruf U dan hampir mirip dengan roller coster. Turunan yang bisa membuat nyali merasa tertantang ini merupakan salah satu perlintasan yang sangat banyak penggemarnya. Walaupun kebanyakan para bikers yang melintas dijalur ini pasti jatuh apalagi saat musim hujan, selain licin karena jalurnya dari tanah merah juga memberikan sensasi yang berbeda dengan jalur yang ada diperlintasan Jalur Pipa Gas.

Selain turunan rollercoster juga ada turunan yang disebut dengan turunan S. Turunan ini dinamakan demikian karena saat kita akan melintasinya dari atas terlihat jalur yang akan dilalui berbentuk huruf S. Kemudian ada jalur pemakaman kopo, turunan patik dan turunan bambu.

“Panjang lintasan di di jalur pipa gas ini 5,2 km, dan kebanyakan jalur akan dilakui adalah jalan tanah bukannya jalan aspal atau conblok” ujar Mamat.

Ketika ditanya mengenai perlintasan tersebut, Mamat mengatakan bahwa jalur yang sudah ada merupakan jalur yang memang aslinya seperti itu. “Kami hanya membuka untuk menyambungkan jalur satu dengan lainnya, dan masalah perawatan kami bekerja sama dengan penduduk setempat dan setiap Sabtu ataupun Minggu di warung Mpok Cafe kami sediakan kotak amal untuk perawatan jalur, semuanya sukarela saja” tegas Mamat.

Dikomunitas JPG Mountain Biake selain kita bisa melaksanakan hoby juga bisa menjadi ajang sosialisasi baik dari kalangan atas sampai dengan kalangan bawah. Salah satunya adalah mantan Kapolri Jendral Timur Pradopo sering mendatangi komunitas ini untuk bersepeda. Masih banyak lagi petinggi dinegara ini yang mendatangi Komunitas JPG. Bahka Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diani juga pernah mendatangi komunitas ini. (SLY)

Share on Facebook
2,840 views Cetak Artikel