Keren, 17 Ribu Sambungan Baru dan 10 Aplikasi Online Ditambah PDAM Tirta Benteng

IMG-20180306-WA0043Keren, 17 Ribu Sambungan Baru dan 10 Aplikasi Online Ditambah PDAM Tirta Benteng

Tangerang,

PDAM Tirta Benteng, Kota Tangerang, Banten, terus melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat, dan menggenjot pemasangan saluran pipa air pelanggan baru di tahun 2018 ini.

Sedikitnya, ada tiga langkah strategis yang dimiliki PDAM Tirta Benteng, dalam melakukan perbaikan pelayanan dan kejar target tersebut. Pertama, menambahkan sambungan pelanggan baru di zona satu.

“Kebijakan strategis di tahun ini, pertama menambahkan cakupan pelayanan sambungan langganan baru di zona satu,” kata Direktur PDAM Tirta Benteng Sumarya, di Pintu Air 10, Sabtu (3/3/2018).

Dalam penambahan sambungan itu, pihak PDAM Tirta Benteng membuat kerjasama strategis dengan PT Moya, dengan menargetkan pemasangan sambungan air baru sebanyak 17 ribu di tahun 2018 ini.

“Untuk zona satu, kita bekerjasama PT Moya, menambah sambungan pelanggan baru. Target kita di tahun 2018 ini sekira 17 ribu sambungan langganan baru untuk pemasangan di zona satu,” ungkapnya.

Saat melakukan penambahan cakupan pelanggan baru di zona satu itu, pihaknya akan menghadapi tantangan pengguna jalan. Sebab pemasangan pipa-pipa baru ini akan membongkar jalan yang ada.

“Artinya, dari segi pemasangan perpipaan, karena jalannya sudah terbentuk, kegiatan pemasangan pipa akan mengganggu kenyamanan saat masyarakat berkendara. Untuk itu kami mohon maaf,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya telah memiliki jadwal dan tenggang waktu untuk melakukan percepatan. Sehingga, adanya gangguan itu bisa ditekan seminimal mungkin, kendati tidak bisa terhindarkan.

“Kita punya scadule, dan punya waktu bagaimana percepatannya. Dengan teknologi saat ini, bukan galian pipa lagi, tapi menggunakan sistem HDD, yakni memakai mesin dan berjarak,” jelasnya.

Sedang rencana strategis kedua adalah, mengembangkan wilayah pelayanan di zona dua dan tiga. Sehingga, seluruh warga Kota Tangerang yang tersebar di 13 kecamatan mendapat pasokan air bersih.

“Di zona dua dan tiga ini kita sedang melakukan studi pengembangan layanan. Untuk zona dua sendiri, kita punya bantuan indeknya dari BBWS, nanti juga akan ada Ipa-nya,” sambung Sumarya.

Pihaknya juga tengah menyiapkan pihak marketing dari kajian FS yang ada. Saat ini, kajiannya sudah ada, dan masih dalam pendalaman, termasuk nilai investasinya masih dalam dihitung di dua zona itu.

“Kita juga dapat bantuan PT Cipta Karya. Zona dua ada empat kecamatan, ada Karawaci, Jatiuwung, Priuk, dan Cibodas. Dan zona tiga, ada di Pinang, Karang Tengah, Ciledug dan Larangan,” tegasnya.

Adapun rencana strategis terakhirnya adalah, pengembangan sistem IT PDAM Tirta Benteng. Sedikitnya ada 10 aplikasi online baru yang sedang dibuat. Lima diantaranya, siap diujicoba Maret 2018.

“Untuk IT ini kita bekerjasama dengan PDAM Kota Malang. Beberapa aplikasi, dari mulai Februari telah dibuat, dan lima bulan kedepan, di bulan Juni, 10 aplikasi yang dibangun harus selesai,” jelasnya.

Dia berharap, tiga rencana strategis PDAM Tirta Benteng di tahun 2018 ini dapat terlaksana dengan lancar, tanpa kendala. Sehingga, pasokan air bersih di Kota Tangerang bisa merata di 13 kecamatan.

Sementara itu, Asisten Manager IT PDAM Tirta Benteng Dadang Hermawan mengatakan, pembuatan 10 aplikasi online tersebut dimaksudkan sebagai pengganti aplikasi yang ada sebelumnya.

“Nota perjanjian kerjasama diteken per-Januari 2018 kemarin. Nantinya, aplikasi ini akan menggantikan aplikasi yang ada. Sehingga kedepan PDAM Tirta Benteng memiliki aplikasi mandiri,” jelasnya.

Terpilihnya PDAM Kota Malang dalam membuat 10 aplikasi itu, karena PDAM Kota Malang menjadi rujukan nasional, yang sudah bisa mandiri sendiri, dan tidak bergantung dengan adanya pihak ketiga.

“Makanya kita minta pendampingan mereka. Ada 10 aplikasi yang dibangun dalam kurun waktu lima bulan. Tahap awal, lima aplikasi dibangun sampai Maret dan langsung diujicoba,” ungkapnya.

Sedang lima aplikasi lainnya, ditarget selesai dibangun bulan Mei yang datang. Untuk tahap pertama, lima aplikasi yang sudah siap, diantaranya office, produk hukum, dan pengaduan pelayanan.

“Keunggulan aplikasi ini sudah berbasis web dan yang lama masih dekstop, dan aplikasinya akan melibatkan android, dan yang sebelumnya belum ada. Kemudian, sudah terkoneksi android,” paparnya.

Salah satu aplikasi yang dibuat adalah aplikasi yang mengintegrasikan pekerjaan antara satu dengan yang lain, sehingga unit yang satu dengan yang lain dapat terintegrasi dalam pelayanan warga.

“Kemudian juga ada aplikasi pengajuan pemasangan baru dan pengaduan, sehingga pelayanan PDAM Tirta Benteng akan semakin cepat. Kalau yang ada dulu, masih belum bisa,” sambungnya.

Dalam penggunaan aplikasi ini, pihaknya juga bekerjasama dengan Kominfo Kota Tangerang terkait dengan pengaduan Laksa, sehingga pengaduan yang ada bisa langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti.

“Sehingga tidak ada pengaduan dari masyarakat yang mengendap, karena bisa langsung ditindaklnjuti. Mulai tengah bulan ini, lima aplikasi yang baru sudah bisa dilakukan ujicoba,” terang Dadang.

Ke-10 aplikasi itu adalah sistem informasi pencatat meter, sistem informasi rekening, penerimaan loket, pasang baru, pengaduan, e-office, produk hukum, ganti meter, inventory gudang, dan workorder. (Sly/hms)

Share on Facebook
87 views Cetak Artikel