Lagi, Aksi Tawuran, 11 Siswa Bipori Serpong Diamankan

Walaupun sudah banyak memakan korban jiwa, rupanya aksi tawuran tidak ada habisnya. Belum hilang diingatan akan tewasnya Alawi dan Deni yang menjadi korban tewas akibat tawuran. Kini aksi yang kerap dilakukan para siswa sekolah kembali terulang.

Sebanyak 11 orang siswa SMK Bipuri Serpong, Kecamatan Cilenggang, diamankan aparat Polsek Serpong, Jumat (28/9). Siswa SMK ini kedapatan terlibat tawuran dengan siswa SMK Setia Budi, Rangkasbitung, di Jempatan Penyebrangan Orang (JPO) Stasiun Kereta Api Serpong.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat itu para siswa SMK Bipori Serpong baru saja pulang dari sekolahnya, dan akan pulang menggunakan kereta api tujuan Parung Panjang. Saat itulah sejumlah siswa SMK Setia Budi yang juga akan pulang ke Rangkasbitung tiba-tiba menyerang mereka dan melemparinya dengan batu.

Aksi balasan dari siswa SMK Bipori pun tak terhindarkan. Saling lempar dan serang berlanjut cukup lama. Sampai akhirnya, sejumlah petugas kemanan kereta api mengamankan aksi tawuran tersebut. Lantas, para siswa yang ditangkap ini digiring ke Mapolsek Serpong untuk dimintai keterangan.

“Kami juga bingung, yang menyerang SMK Setia Budi, malah kami yang ditangkap. Padahal kami mau pulang ke Parung,” ujar Wawan, siswa kelas 3 SMK Bipori yang ikut diamankan di Mapolsek Serpong.

Kapolsek Serpong Kompol Niko Setiawan mengatakan, siswa ini akan diamankan 1×24 jam sebelum dibebaskan. Mereka boleh kembali setelah dijemput orangtuanya langsung dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulang perbuatannya.

“Ini peringatan juga bagi pelaku tawuran. Kegiatan negatif tersebut sangat merugikan, bagi siswa, orang tua, dan masyarakat luas. Kami akan panggil orangtua mereka untuk membuat pernyataan,” imbuhnya.

Niko juga menegaskan, jika para siswa merasa jadi korban atas peristiwa tawuran ini, polisi memberikan ruang pengaduan. Niko juga berharap siswa yang tertangkap tidak lagi mengulangi perbuatannya, tidak dendam, dan mau menyampaikan kepada teman-tamannya untuk tidak mengulang kelakuan tawuran lagi. “Ingat, jangan lakukan tawuran lagi, kalau tidak kami akan tegas,” imbaunya.

Kepala Sekolah SMK Bipori Serpong Sutrisno mengatakan, tindakan para siswanya ini akan jadi catatan baginya. Mereka yang terbukti melakukan tawuran dengan terencana akan disanksi berat, sampai dikeluarkan dari sekolah.

“Anak-anak kami korban saja. Mereka hendak pulang diserang, namanya anak-anak lalu membalasanya. Saya pribadi sudah membuat aturan tegas bagi mereka yang terlibat kekerasan,” elaknya, dia pun memastikan akan melakukan pembinaan kepada anak-anak siswanya yang tertangkap saat tawuran.¬† (Sly)

Share on Facebook
749 views Cetak Artikel