Lagi, Sabu Dalam Pembalut dan Pakaian Dalam Wanita Gagal Edar di Indonesia

20180412_144155Lagi, Sabu Dalam Pembalut dan Pakaian Dalam Wanita Gagal Edar di Indonesia

Tangerang,

Upaya penyelundupan narkotika masih marak terjadi. Tidak berselang lama dari pengungkapan penyelundupan shabu dalam pembalut wanita beberapa waktu yang lalu, Bea Cukai Soekarno-Hatta kembali berhasil menggagalkan penyelundupan methamphetamine atau shabu dengan modus yang hampir serupa, yakni dalam pembalut serta pakaian dalam wanita.

Barang bukti penyelundupan yang berhasil diamankan dalam penindakan kali ini adalah methamphetamine atau shabu dengan berat total mencapai 2.656 gram.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Erwin Situmorang menjelaskan pengungkapan penyelundupan shabu ini yang bermula dari analisis petugas Bea Cukai terhadap data penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK 380 rute Kuala Lumpur Jakarta pada hari Sabtu (24/3/2018) pagi hari.

“Dari hasil analisis tersebut, petugas mengamankan dua orang penumpang wanita warga negara Malaysia yaitu SH (35) dan EF (43). Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan badan terhadap kedua penumpang dan didapati bahwa di dalam pembalut dan pakaian dalam yang dikenakannya berisi serbuk putih yang diduga merupakan narkotika golongan 1 jenis methamphetamine dengan berat total 2.656 gram,” katanya kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

Erwin menambahkan bahwa dari berat total tersebut, 1.346 gram disembunyikan dalam 2 buah pembalut wanita dan 1.310 gram dalam 2 buah bra yang masing-masing dikenakan oleh kedua orang tersangka.

“Selanjutnya, pada hari yang sama, petugas berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan controlled delivery. Menurut keterangan yang diperoleh dari tersangka, mereka diperintahkan untuk menuju sebuah apartemen yang berlokasi di Jakarta Selatan dan menunggu instruksi selanjutnya,” ujar Erwin kembali.

Tim berhasil mengamankan seorang wanita berinisial GR (31) warga negara Malaysia yang datang ke lokasi tersebut untuk menemui kedua tersangka. Ia mengaku sebagai perpanjangan tangan pengendali yang berdomisili di Malaysia.

Sementara itu Kapolres Bandara Soekarno Hatta Konbespol Ahmad Yusef mengatakan bahwa selama proses pengembangan, komunikasi antara GR dan pengendali masih terus terjadi. Dari hasil komunikasi inilah, pada hari Senin (26/3/2018) tim gabungan berhasil mengamankan seorang wanita berinisial KJ (32) yang saat itu hendak mengambil paket dari GR.

Dari hasil pengembangan terhadap tersangka baru ini, tim mendapatkan barang bukti tambahan berupa methamphetamine seberat 171,64 gram serta 2 butir pil ekstasi yang ditemukan di tempat tinggalnya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tersangka KJ, tim juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka lain, yaitu FH (27), B alias A (50), R (32), yang merupakan penerima paket shabu, serta P (21) yang merupakan rekan R.

Dalam kesempatan ini Kapolres mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar.

Kapolres pun menambahkan, bahwa upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum saja, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri. (Sly)

Share on Facebook