Pengakuan Pembunuh Juragan Sembako : Saya Sakit Hati Dikatain Tukang Ngutang

20160405_094439Pengakuan Pembunuh Juragan Sembako : Saya Sakit Hati Dikatain Tukang Ngutang

Tangerang,

JS (46) mengaku sakit hati karena dikatain tukang ngutang. Karena hal itu dirinya tega membunuh Swie Tien janda juraga sembako.

“Saya memang sering ngutang diwarung korban, tetapi karena saya terlikit hutang jadi saya mencoba meminjam uang kembali,” katanya, Selasa (5/4/2016).

Dijelaskan JS bahwa saat mencoba meminjam uang, korban malah mengatainya tukang ngutang. Mendengar perkataan itu, JS merasa tersinggung dan marah.

“Entah setan apa yang merasuki saya, saya langsung masuk kedalam toko dan sempat mengambil conblok yangvada didepan. Kemudian saya pukul kepalanya dan tusuk lehernya dengan pisau,” terangnya.

JS juga mengaku setelah membunuh dirinya langsung lari ke Bandung sambil membawa uang sebanyak 4 juta.

“Intinya saya sakit hati dikatain tukang ngutang. Memang saya masih punya hutang di warung tersebut, tetapi saya terlanjur tersinggung dengan perkataan korban,” tegasnya kembali.

Seperti diketahui, warga Jalan Arya Wangsakara, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang memadati lokasi pembunuhan yang menewaskan janda juragan sembako, Swie Kim, Selasa (5/4/2016).

Rekonstruksi yang dilakukan sekitar jam 09.00 WIB membuat warga kesal setelah mengetahui bahwa pembunuhnya adalah tukang bakso yang biasa mangkal di dekat rumah korban. (Sly)

Share on Facebook
1,002 views Cetak Artikel