POLISI DAN KENAIKAN HARGA SEMBAKO

IMG-20160719-WA0020POLISI DAN KENAIKAN HARGA SEMBAKO

Bulan puasa identik dengan kenaikan harga, khususnya harga sembako. Pada bulan Ramadhan tahun ini kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada harga daging sapi yang rata-rata telah mencapai Rp 125.000-130.000 per kg, sehingga Presiden secara tegas meminta agar turun di harga Rp 80.000 per kg. Selain itu harga barang pokok lainnya juga mengalami kenaikan yang signifikan.

Kenaikan harga barang pokok telah menjadi rutinitas tahunan di Indonesia. Secara teoritis kenaikan harga disebabkan karena adanya perbedaan antara persediaan (supply) dan permintaan (demand), semakin tinggi permintaan yang tidak diikuti oleh ketersediaan barang maka harga akan naik.

Dalam teori ekonomi disebutkan bahwa dengan modal yang sedikit diharapkan mampu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Kondisi ini disikapi oleh para pedagang besar/tengkulak untuk menimbun barang agar ketersediaan barang berkurang sehingga harga barang akan naik.

Praktik-praktik semacam ini sering ditemukan oleh pihak kepolisian ketika melakukan penyelidikan tentang terjadi kenaikan barang yang meresahkan masyarakat. Kondisi ini memperlukan perhatian yang serius oleh pemerintah untuk berusaha menghapuskan praktik penimbunan barang yang menyebabkan kenaikan barang pokok khususnya pada menjelang perayaan hari-hari besar.

Operasi Pasar yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menyikapi kenaikan harga barang-barang pokok tidak secara optimal mampu mengontrol harga. Hal ini disebabkan karena hanya menangani permasalahan keniakan barang pokok pada tingkat permukaan bukan pada akar permasalahannya. Kenaikan harga-harga barang pokok berimplikasi terhadap peningkatan kejahatan yang terjadi pada masyarakat.

Hal ini disebabkan karena apabila daya beli masyarakat menurun maka akan berusaha mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhannya, salah satunya dengan melakukan tindak kriminalitas.

Ketika kriminalitas meningkat maka selanjutnya akan berdampak pada menurunnya produktifitas masyarakat. Mengacu pada hal ini maka sspek ekonomi memiliki peran penting dalam terwujudnya ketertiban dan keamanan masyarakat.

Polri pada dasarnya memiliki peran strategis untuk menangani kenaikan harga barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Fungsi Intelkam Polri setiap berkala telah melakukan pemantauan harga-harga barang pokok yang secara tersistematis dilaksanakan sampai pada tingkat Polsek. Pemantauan harga-harga barang ini tidak hanya dilakukan pada saat menjalang perayaan hari-hari besar saja namun dilaksanakan secara rutin dan dibuat pelaporan secara administratif untuk disampaikan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan.

Pemantauan harga barang-barang pokok yang dilaksanakan seharusnya dapat dijadikan dasar sebagai pertimbangan pemerintah untuk menangani kenaikan harga.
Secara umum pemantauan harga-harga barang pokok tidak akan memiliki nilai apabila hanya dilakukan untuk mengetahui naik turunnya harga barang.

Pemantauan harga-harga barang akan bernilai apabila diikuti dengan beberapa tindakan sebagai berikut: a) inventarisasi produsen barang-barang pokok (petani, peternak dll). Barang-barang pokok yang dijual di suatu pasar biasanya memiliki supplier yang tetap karena merupakan kebutuhan rutin.

b) memetakan pola distribusi barang pokok dari produsen sampai dengan konsumen sehingga diketahui mata rantai mulai dari produsen-pedagang besar-pedagang kecil-konsumen.

c) melakukan penyelidikan penyebab terjadinya peningkatan harga barang sehingga diketahui penyebabnya apakah terjadi pada tingkat produsen, transportasi, atau adanya penimbunan barang.

d) melakukan tindakan kepolisian sesuai dengan tingkatan yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan harga barang.

Tindakan kepolisian yang dilakukan dalam menangani kenaikan harga barang dalam tiap aspek adalah sebagai berikut:

a) pada tingkat produsen, tindakan kepolisian yang dilakukan adalah tindakan pre-emtif dengan mendorong pemerintah menyediakan pupuk yang murah, mengembangkan sistem pengairan, mengkontrol harga pakan ternak dll.

b) pada bidang transportasi, tindakan kepolisian yang dilakukan adalah tindakan preventif dengan melakukan penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli sehingga transportasi lancar.

c) pada bidang distribusi, melakukan penegakan hukum terhadap para penimbun barang khususnya para tengkulak. Berbagai tindakan kepolisian tersebut apabila dilakukan dengan optimal oleh kepolisian maka akan mampu mengontrol harga barang-barang pokok sesuai dengan daya beli masyarakat.

Penulis : Kompol Aris Tri Yunarko, SIK, M.Si

Pasis Sespimmen Dikreg 56

Share on Facebook
762 views Cetak Artikel