Shabu Dalam Sepatu dan Tas Dari Batam Gagal Beredar di Jakarta

20180118_142814Shabu Dalam Sepatu dan Tas Dari Batam Gagal Beredar di Jakarta

Tangerang,

Upaya penyelundupan narkotika seolah tak mengenal kata jera. Berbagai modus dilakukan untuk mengelabui petugas dan aparat penegak hukum yang berusaha memberantas peredaran barang haram itu.

Diperlukan strategi dan teknik yang dinamis serta kerja sama yang baik antar aparat di titik-titik masuk kedatangan barang atau penumpang. Kali ini, Bea Cukai Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan methamphetamine atau shabu seberat 2.394 gram yang masuk melalui pintu domestik Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Penindakan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Hengky Aritonang mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diperoleh dari Bea Cukai Batam bahwa terdapat anggota sindikat pengedar shabu berjumlah tiga orang yang akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

“Informasi tersebut kami langsung kami telusuri. Dan diketahui para pelaku dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 373 rute Batam-Jakarta. Tiga orang yang teridentifikasi ini tergabung dalam satu jaringan shabu yang telah ditangkap sebelumnya di Batam,” katanya, Kamis (18/1/2018).

Atas informasi ini lanjut Hengky Aritonang bahwa petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta melakukan penangkapan terhadap target yang masing-masing berinisial M, Z, dan lH.

“Penangkapan ini dilakukan tepat sebelum ketiga target tersebut turun dari pesawat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati methamphetamine atau shabu seberat total 2.394 gram dengan rincian 598 gram dibawa oleh M di dalam sepatu, 599 gram oleh Z di dalam sepatu, serta tersangka IH dengan 598 gram di dalam tas dan 599 gram di dalam sepatu. Selanjutnya, ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan oleh tim gabungan untuk proses pendalaman dan pengembangan kasus,” tegasnya kembali.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta Kompol Martua Raja Silitonga menjelaskan bahwa petugas mencurigai karena sempat bertukar tempat duduk.

Kemudian setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta langsung melakukan penangkapan. “Mereka sempat tertangkap tanpa barang bukti. Karena narkoba jenis sabu sudah dibawa kabur oleh kawannya dengan menggunakan pesawat Lion Air,” ujarnya.

Para tersangka dalam kasus ini terancam hukuman pidana sesuai dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup dan pidana penjara maksimal 20 tahun.

Dengan adanya tangkapan tersebut di atas, Bea Cukai Soekarno Hatta berhasil memutus rantai perdagangan narkotika melalui bandara ini dan menyelamatkan sekitar 19.000 jiwa potensi pengguna di dalam negeri. (Sly)

Share on Facebook
97 views Cetak Artikel