Teror Pabrik Lewat SMS Bom, Buruh Wanita Diamankan

Terkait penahanan terhadap salah satu buruh pabrik PT. Panarub yang bernama Omi Binti Sanen puluhan karyawan PT Panarub mendemo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) WanitaTangerang, Senin (1/10), karena dilarang menjenguk salah satu rekannya yang dituduh teroris.

Omi binti Sanen (33), warga Kelurahan Sepatan, kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, sebelumnya diamankan kepolisian, Sabtu (29/9), karena mengancam akan mengebom perusahaan. Pengurus Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Kota Tangerang Saban, saat aksi demo menjelaskan, Omi ditangkap polisi karena menyebarkan SMS berisi ancaman ke beberapa karyawan dan satpam PT Panarub. “Isi SMS nya, hati-hati yang didalam, malam ini sedang dirakit bom, besok akan diledakkan,” jelasnya. Hal ini Menurut Saban, dilakukan Omi karena merasa kesal dengan pihak perusahaan yang telah semena-mena terhadapnya, lantaran pernah ikut demo menuntut hak normatif.

Lalu ketika Omi meminta cuti untuk mengurus anaknya yang sakit, perusahan tidak mengizinkan. Sehingga anak Omi meninggal dunia. “Persoalan ini menimbulkan kekesalan, akhirnya Omi mengirim SMS ancaman. Tapi sebenarnya dia tidak ada maksud untuk itu. Jadinya dia dituduh sebagai teroris,”ungkapnya. Sementara demo dilakukan pihaknya karena tidak diizinkan menjenguk Omi yang saat ini ditahan di sel karantina. “Tujuan kami ingin membesuk teman kami, tapi lapas tidak mengizinkan. Kami kesal, jadi melakukan aksi demo,” tukas Saban.

Kakak Omi, Rudi mengatakan, adiknya ditangkap oleh petugas dari Polres Metro Kota Tangerang saat berada di rumahnya, Sabtu (29/9). Petugas yang datang, langsung menggeledah rumah dan membawa Omi tanpa memberitahukan surat izin penangkapan. “Mereka masuk saja ke rumah tanpa permisi. Prosedurnya kan harus ada surat penggilan dulu, baru penangkapan. Tapi mereka langsung menangkap,”jerlasnya, ketika ditemui di Lapas Wanita.

Sementara itu Kasat Rsskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Suharyanto mengatakan kalau benar pihak Polres Metro telah melakukan penahanan terkait ancaman bom yang dilakukan Omi melalui SMS. ” Omi kita tangkap pada hari Sabtu, karena adanya laporan mengenai ancaman bom yang dilakukan Omi melalui pesan singkatnya ke beberapa teman dan security , kemudian kamk lakukan pemeriksaan terhadap Omi. ” kata Suharyanto.

Pengakuan Omi dalam pemeriksaan petugas kalau dirinya kesal dengan pihak petusahaan, yang tidak memberikan ijin sewaktu anaknya sakit sampai akhirnya anaknya meninggal dunia sekitar 1 tahun yang lalu. Omi bisa dijerat pasal 336 KUHP mengenai ancaman serta UU IT pasal 45 ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Sly)

Share on Facebook
510 views Cetak Artikel