Tim Vipers Ringkus Pelaku Begal Yang Masih Bocah di Tangsel

IMG-20171211-WA0044Tim Vipers Ringkus Pelaku Begal Yang Masih Bocah di Tangsel

Tangerang,

Kembali keberhasilan ditunjukan oleh tim Vipers Polres Tangerang Selatan. Tim ini berhasil memangkap tiga orangbpelaku begal yang sedang beraksi di Jl. Raya Graha Raya, Kel. Paku Jaya, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Penangkapan ketiga begal yang masih dibawah umur ini, dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yuriko.

Kejadian berawal ketika, korban bernama Nur Muhammad Agung sedang melintas di Jalan Raya Graha Raya dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian Agung di pepet dengan dua sepeda motor yang ternyata para pelaku begal.

Ketiganya memaksa Agung berhenti dan meminta sejumlah uang. Agung menolak, namun satu diantara pelaku mengeluarkan clurit dan mengalungkan dileher Agung.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widianto membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku memang sudah kami ikuti sejak awal. Dan panangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Yangsel,” katanya, Senin (11/12/2017).

Dijelaskan Kapolres bahwa ketiga pelaku berinisial FR (16), HAP (16) dan IH (17). “Mereka punya peran masing-masing dalam setiap beraksi. Dan pelaku berperan membawa senjatabtajam berupa clurit,” ujarnya kembali.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yuriko menegaskan bahwa ketiga pelaku merupakan pemain lama. “Mereka memang masih dibawah umur, namun mereka adalah oemain lama pelaku begal. Ini dibuktikan dengan beberapa catatan kriminal yang berhasil Tim Vipers kumpulkan yaitu di Tanah Abang, Jakarta Pusat sebanyak 2 kali, Ciledug, Tangerang Kota sebanyak 4 kali, Kali Deres, Jakarta Barat sebanyak 2 kali, Pondok Aren, Tangerang Selatan sebabyan 3 kali dan Serpong, Tangerang Selatan sebanyak 2 kali,” jelasnya.

Kini ketiga pelaku yang merupakan anak-anak putus sekolah dan dibawah umur masih dimibtai keterangannya terkait aksi begal yang selalu mereka lakukan.

“Kami akan menghubungi orang tua, Bapas dan P2TP2A untuk kepentingan pendampingan pemeriksaan terhadap anak sebagai pelaku kejahatan dan juga melakukan koordinasi dengan kesatuan kewilayahan lain,” pungkas AKP Alexander Yuriko. (Sly)

Share on Facebook
110 views Cetak Artikel