Tradisi Makan Lontong Cap Go Meh, Satukan Dua Budaya

20150303_102750Tradisi Makan Lontong Cap Go Meh, Satukan Dua Budaya

Tangerang,

Cap Go Meh selain identic dengan arak-arakan naga, juga ada lagi tradisi makan lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh ini mempunya arti bahwa mempersatukan budaya Melayu dengan Tionghoa.

“Pada dasarnya kami orang Tionghoa yang merupakan pendatang tidak bisa membuat lontong, maka dari itu setiap perayaan Cap Go Meh kami meminta kepada Nyai yang merupakan sebutan orang pribumi untuk membuatkan lontong” kata Oey Tjin Eng.

Maka dari itu perayaan Cap Go Meh selain menyediakan makan besar yang salah satu menunya kue keranjang goreng juga lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh disajikan dengan suir ayam serta sambel dan berbagai macam mie.

“Maka dari itu dalam perayaan Cap Go Meh kami selalu menyediakan makan lontong, untuk mengingatkan bahwa dalam suatu kehidupan kita tidak sendiri, bersosial, dengan warga pribumi dan pendatang. Dan lontong Cap Go Meh itulah yang menyatukan dua budaya ini, yaitu budaya asli pribumi dan kami Tionghoa” tambahnya lagi. (sly)

 

Share on Facebook
842 views Cetak Artikel